Mesin Es Flake vs Mesin Es Cube
Dalam industri makanan dan minuman, es batu bukan hanya sekadar pelengkap minuman dingin, tapi juga elemen penting dalam menjaga kesegaran produk. Dua jenis es batu yang paling sering digunakan di sektor ini adalah es flake (serpihan) dan es cube (kubus). Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada kebutuhan bisnis. Artikel ini akan membahas perbedaan antara mesin es flake dan mesin es cube serta memberikan rekomendasi penggunaannya di berbagai industri.
1. Mengenal Es Flake dan Es Cube
Es Flake adalah es berbentuk serpihan tipis dan lembut, sering digunakan untuk pengawetan makanan karena cepat mendingin dan mudah membungkus produk. Biasanya dipakai di industri perikanan, daging, dan penyajian makanan segar.
Es Cube adalah es berbentuk kubus kecil yang lebih padat dan keras, populer di restoran, kafe, dan bar karena lebih tahan lama saat dicampur dalam minuman.
2. Perbandingan Mesin Es Flake dan Mesin Es Cube
a. Kapasitas dan Kecepatan Produksi
- Mesin Es Flake: Produksi cepat karena es dibuat dalam bentuk tipis dan tidak memerlukan pembekuan penuh. Cocok untuk kebutuhan produksi besar dengan waktu singkat.
- Mesin Es Cube: Waktu produksi lebih lama karena es harus membeku sempurna. Cocok untuk usaha yang lebih menekankan kualitas es yang tahan lama dalam minuman.
Kesimpulan: Jika butuh produksi besar dalam waktu cepat, mesin es flake lebih unggul. Mesin es cube lebih cocok untuk penyajian minuman premium.
b. Efisiensi Pendinginan
- Es Flake: Dingin lebih cepat karena luas permukaan yang lebih besar. Cocok untuk menjaga kesegaran makanan seperti ikan, daging, atau buah.
- Es Cube: Mencair lebih lambat, lebih baik untuk minuman karena tidak membuat minuman cepat encer.
Kesimpulan: Es flake unggul dalam pengawetan produk segar, sementara es cube unggul untuk menjaga rasa minuman lebih lama.
c. Konsumsi Energi
- Mesin Es Flake: Konsumsi listrik cenderung lebih rendah karena proses pembekuan lebih cepat.
- Mesin Es Cube: Memerlukan lebih banyak energi karena waktu pembekuan lebih panjang dan es lebih padat.
Kesimpulan: Mesin es flake lebih hemat energi jika targetnya produksi besar dan cepat.
d. Perawatan dan Pemeliharaan
- Mesin Es Flake: Lebih sedikit komponen bergerak, sehingga perawatan lebih mudah dan cepat.
- Mesin Es Cube: Lebih kompleks, memerlukan perawatan rutin agar kualitas es tetap sempurna.
Kesimpulan: Mesin es flake lebih ramah perawatan, cocok untuk produksi skala besar dan non-stop.
3. Rekomendasi Penggunaan di Berbagai Industri
- Industri Perikanan dan Daging: Mesin es flake lebih efektif karena esnya bisa membungkus produk lebih merata.
- Restoran dan Kafe: Mesin es cube lebih cocok untuk minuman karena lebih estetis dan tahan lama.
- Penyajian Makanan Segar: Es flake bisa digunakan di buffet makanan laut atau salad bar agar tampilan lebih menarik dan segar lebih lama.
- Bar dan Lounge: Es cube lebih populer karena tampilan elegan dan tidak mudah mencair, cocok untuk minuman beralkohol.
Kesimpulan Akhir
Pemilihan antara mesin es flake dan mesin es cube harus disesuaikan dengan jenis bisnis dan kebutuhan spesifik. Mesin es flake lebih unggul untuk pengawetan dan penyajian makanan segar, sedangkan mesin es cube lebih cocok untuk minuman di industri kuliner.
Untuk bisnis dengan kebutuhan produksi cepat dan efisien, mesin es flake menjadi solusi terbaik. Sebaliknya, jika Anda menjalankan usaha minuman premium yang menekankan estetika dan daya tahan es, mesin es cube lebih direkomendasikan.
Perbandingan Mesin Es Tube dan Mesin Es Kristal: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Dalam dunia bisnis es batu, dua jenis mesin yang paling sering digunakan adalah mesin es tube dan mesin es kristal. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, serta cocok untuk kebutuhan yang berbeda. Namun, bagi calon pengusaha, pertanyaan besar yang muncul adalah: mana yang lebih menguntungkan?
Artikel ini akan membahas perbandingan lengkap antara mesin es tube dan mesin es kristal dari berbagai aspek, mulai dari kapasitas, biaya operasional, hingga potensi keuntungannya. Simak ulasan berikut agar Anda bisa menentukan pilihan yang tepat!
1. Memahami Perbedaan Es Tube dan Es Kristal
Sebelum membandingkan mesinnya, kita perlu memahami dulu perbedaan antara es tube dan es kristal:
- Es Tube: Es berbentuk tabung kecil dengan lubang di tengahnya. Biasanya digunakan untuk minuman karena bentuknya lebih estetis dan tahan lama.
- Es Kristal: Es berbentuk silinder kecil transparan tanpa lubang di tengahnya. Tekstur lebih padat dan cepat dingin, cocok untuk minuman atau kebutuhan industri.
Setelah mengenal karakteristik esnya, mari kita bandingkan mesinnya lebih dalam.
2. Perbandingan Mesin Es Tube dan Mesin Es Kristal
a. Kapasitas Produksi
- Mesin Es Tube: Kapasitas produksi lebih besar, cocok untuk usaha berskala besar.
- Mesin Es Kristal: Kapasitas lebih fleksibel, tersedia dari skala kecil hingga besar, cocok untuk pemula maupun bisnis besar.
Kesimpulan: Jika target produksi tinggi, mesin es tube lebih unggul. Namun, mesin es kristal lebih fleksibel untuk berbagai skala bisnis.
b. Waktu Produksi
- Mesin Es Tube: Proses produksi membutuhkan waktu lebih lama, rata-rata 30-45 menit per siklus.
- Mesin Es Kristal: Waktu produksi lebih cepat, rata-rata 20-30 menit per siklus.
Kesimpulan: Mesin es kristal lebih cepat dalam produksi, cocok untuk bisnis yang butuh suplai es lebih cepat.
c. Konsumsi Energi
- Mesin Es Tube: Konsumsi listrik cenderung lebih besar karena kapasitas besar dan waktu produksi lebih lama.
- Mesin Es Kristal: Lebih hemat energi karena waktu produksi yang lebih singkat dan sistem lebih efisien.
Kesimpulan: Mesin es kristal lebih hemat listrik, cocok untuk pengusaha yang ingin menekan biaya operasional.
d. Biaya Investasi Awal
- Mesin Es Tube: Harga cenderung lebih mahal karena kapasitas besar dan teknologi pendinginan lebih kompleks.
- Mesin Es Kristal: Harga lebih terjangkau, terutama untuk kapasitas kecil hingga menengah.
Kesimpulan: Mesin es kristal lebih ramah di kantong bagi pemula, sedangkan mesin es tube lebih cocok bagi pengusaha dengan modal besar.
e. Kualitas dan Kegunaan Es
- Es Tube: Cocok untuk minuman dingin di restoran, kafe, dan hotel karena lebih estetis dan tahan lama.
- Es Kristal: Lebih cepat mencair, tapi sangat efektif untuk minuman ringan, pengawetan ikan, hingga sektor medis karena lebih padat dan dingin.
Kesimpulan: Pilih sesuai kebutuhan bisnis. Es tube lebih stylish untuk minuman, es kristal lebih serbaguna.
f. Perawatan dan Pemeliharaan
- Mesin Es Tube: Perawatan lebih rumit karena sistem pendinginan lebih kompleks.
- Mesin Es Kristal: Perawatan lebih simpel, cukup rutin membersihkan bagian produksi dan kondensornya.
Kesimpulan: Mesin es kristal lebih praktis dalam perawatan, cocok untuk usaha kecil yang ingin menghemat waktu.
3. Mana yang Lebih Menguntungkan?
Untuk menentukan mesin mana yang lebih menguntungkan, kita harus melihat dari jenis bisnis yang dijalankan:
- Bisnis minuman kafe/restoran: Mesin es tube lebih cocok karena esnya lebih tahan lama dan terlihat menarik.
- Bisnis kelontong/minuman ringan: Mesin es kristal lebih unggul karena produksi cepat dan biaya lebih rendah.
- Industri pengolahan ikan atau medis: Mesin es kristal lebih efektif karena mampu mendinginkan lebih cepat dan lebih padat.
Kesimpulan
Kedua mesin memiliki keunggulan masing-masing. Berikut rangkuman singkatnya:
- Mesin Es Tube: Cocok untuk bisnis besar, minuman estetis, dan usaha dengan target produksi tinggi. Tapi butuh modal dan listrik lebih besar.
- Mesin Es Kristal: Cocok untuk usaha kecil hingga menengah, lebih hemat energi dan mudah dirawat, serta cocok untuk sektor kuliner dan medis.
Pilihlah mesin sesuai kebutuhan dan modal yang Anda miliki. Jika ingin produksi besar dengan target pasar restoran, mesin es tube bisa jadi pilihan. Namun, jika ingin fleksibel dan hemat biaya, mesin es kristal lebih menguntungkan.
Cara Kerja Mesin Es Kristal yang Unik dan Menarik
Salah satu mesin pendingin yang paling banyak digunakan untuk membuat es adalah mesin es kristal. Karena banyak yang menggunakan mesin ini, akhirnya banyak yang penasaran tentang bagaimana cara kerja mesin es kristal.
Bagi yang juga penasaran tentang bagaimana mesin ini bekerja dalam membuat sebuah es, maka di sini akan dibahas. Dari mulai proses pendinginan, sampai proses es batu dipanen semuanya akan dibahas di sini.
Proses Pendinginan Pertama
Jadi cara kerja mesin es kristal ini yang pertama adalah proses pendinginan dengan menukar gas yang ada di Freon. Gas yang bertekanan rendah, menjadi tinggi dengan tujuan untuk mendinginkan udara yang ada di sekitarnya.
Baca Juga: Rekomendasi Mesin Es Kristal Terbaik dan Berkualitas
1. Pertukaran Tekanan Gas Freon
Proses ini terjadi di dalam kompresor dimana gas Freon yang bertekanan rendah, akan dikompresi oleh kompresor sehingga menjadi gas Freon panas (tekanan tinggi). Selanjutnya gas ini akan disalurkan ke komponen selanjutnya.
Proses pemisahan oli atau separator ini akan membawa gas Freon yang sudah terkompresi ke kondensor. Nantinya pada komponen tersebutlah gas ini akan mengalami proses selanjutnya sebagai bagian dari proses pendinginan.
2. Kondensasi Freon
Jadi dari proses pemisahan tadi, Freon ini akan dibawa menuju ke kondensor. Tujuannya adalah mengubah gas tersebut dengan proses kondensasi, sehingga proses pendinginan udara di sekitarnya dapat berjalan.
Di sini proses kondensasi adalah proses dimana gas Freon panas akan berubah dari gas ke cair (terkondensasi). Jadi nanti hasilnya adalah Freon dengan bentuk cairan yang sudah memiliki suhu tinggi.
3. Cairan Freon ke Tangki Penerima
Cairan Freon yang memiliki suhu panas ini kemudian akan mengalir melewati akumulator dan selanjutnya menuju ke tangi penerima (receiver tank). Tangki penerima ini memang memiliki fungsi untuk menampun Freon yang memiliki suhu panas tersebut.
Nantinya cairan Freon panas dari tangki penerima ini akan mengalir melalui filter drier serta solenoid volve 1. Pada saat proses ini juga akan ada cairan Freon panas yang kembali berubah menjadi bentuk awalnya yakni gas Freon panas.
4. Menuju ke Ruang Pencairan Tabung
Ketika sudah melalui proses tersebut, maka selanjutnya adalah perpindahan dari solenoid valve 1 ke ruang pencairan dari tabung evaporator. Kemudian menuju ke katup ekspansi (expansion valve) untuk proses selanjutnya.
Pada katup ini, cairan Freon tadi akan kembali diubah menjadi cairan Freon dingin (bertekanan rendah). Cairan dingin ini juga masuk ke dalam tangki penerima, tetapi tidak sampai masuk secara keseluruhan karena sudah solenoid valve satu yang menghadangnya.
5. Masuk ke Pipa Evaporator
Dari katup tersebut cairan Freon dingin akan masuk ke dalam rongga tabung evaporator yang ada diantara pipa-pipa stainless selama proses pembekuan. Selanjutnya cairan ini akan membanjiri area sekat pipa.
Letak area sikat pipa ini adalah di dalam tabung evaporator, jadi 80% dari volume tabung evaporator. Biasa juga disebut dengan teknologi flow dive yang merupakan salah satu teknologi mutakhir dari mesin es kristal ini.
Proses Pembentukan Es Batu dan Pendinginan Kedua
Saat proses pendinginan tersebut terjadi, di tempat yang lainnya ada proses yang terjadi yakni proses pembentukan es batu. Selanjutnya setelah proses pembentukan es batu ini, maka akan ada proses pendinginan kedua.
1. Air Dipompa
Jadi pada proses ini air bahan baku yang ada di dalam tangki penampung bawah akan dipompa, dan kemudian air tersebut akan dialirkan ke evaporator. Nantinya air ini ajan menuju pipa-pipa stainless, pipa inilah yang berfungsi sebagai cetakan es batu.
Jadi cara kerja mesin es kristal ini akan membuat air menuju ke bawah atau kembali ke tangki penampungan. Di dalam pipa tersebut ada alat yang berfungsi sebagai distributor untuk meratakan aliran air yang ada di dalam pipa tersebut.
2. Freon Menyerap Panas
Kembali ke proses pendinginan, jadi nantinya cairan Freon dingin yang ada di dalam evaporator tersebut akan menyerap panas dari air yang ada di pipa. Jadi itulah mengapa air yang tadinya bersuhu hangat bisa menjadi dingin.
Pada proses ini Freon dingin yang tadinya berbentuk cairan berubah menjadi gas yang memiliki suhu dingin. Selain itu selama proses pendinginan juga cairan Freon ini tidak semuanya menjadi gas, karena ada beberapa juga yang berkurang.
Pengambilan Es Batu Kristal
Karena es batu kristal ini sudah mengalami pembekuan, maka cara kerja mesin es kristal yang terakhir adalah mengambil es yang sudah jadi tersebut. Tentunya hal ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan, karena masih ada beberapa proses yang harus dilalui diantaranya:
1. Air di Dalam Pipa Stainless Membeku Sempurna
Jadi ketika proses pembekuan selesai, maka air yang tadi di dalam pipa akan membeku sempurna membentuk es batu. Selanjutnya gas Freon yang bertekanan tinggi yang ada di tangki penerima akan disalurkan ke dalam rongga evaporator.
Di dalam situlah terdapat gas Freon yang memiliki tekanan rendah (dingin). Pada proses ini pencetakan es batu dilakukan dengan sempurna untuk membentuk es kristal yang sesuai dengan keinginan dan pastinya tidak mudah hancur.
2. Defrost
Bisa dikatakan kalau diantara proses yang lainnya, proses inilah yang paling menarik. Karena nantinya pada proses inilah es batu yang tadinya menempel di dinding-dinding pipa stainless akan berguguran jatuh ke bawah.
Es batu tersebut akan lepas dari pipa, dan proses ini sering disebut sebagai defrost. Jadi pengguna mesin es kristal ini tidak perlu bingung bagaimana cara mengambil es batunya, karena es batu ini akan secara otomatis berjatuhan ke bawah sehingga mudah untuk diambil.
3. Pemotongan Es Batu
Terakhir adalah es batu yang berguguran ke bawah tersebut akan dipotong menggunakan pisau pemotong. Letak pisau pemotong tersebut adalah tempat di bawah mesin pencetak es batu (tabung evaporator) dengan ukuran yang selama ini beredar di pasaran.
Ukuran tersebut adalah 50 mm, dan tidak lebih dari ukuran tersebut yang nantinya akan keluar dari lubang es. Proses ini sering juga disebut sebagai proses pane es batu kristal, karena pengguna hanya tinggal mengambil es batu yang sudah jadi.
Setelah es batu kristal ini keluar, tentunya proses yang terjadi di dalam mesin tidak akan berhenti begitu saja. Jadi nantinya air bahan baku yang ada di dalam kotak akan kembali dipompa menuju ke pipa-pipa stainless yang ada di dalam evaporator tadi.
Siklus ini tidak akan pernah berhenti, dan akan terus berlangsung seperti itu sampai nanti air kembali berubah menjadi es batu. Kemudian es batu tersebut akan kembali dipanen, begitulah siklus cara kerja mesin es kristal ini yang tidak pernah berhenti.
Baca Juga: Harga Mesin Es Kristal Terbaru 2021
Jadi ternyata cara kerja mesin es kristal ini dapat dibilang unik, karena proses yang lumayan panjang dari pertukaran udara sampai air berubah menjadi es batu. Semuanya harus berjalan dengan baik supaya es batu kristal ini dapat terbentuk dengan sempurna.